Halaman

Sabtu, 27 November 2010

Konsentrasi dan Perasaan Senang


Konsentrasi merupakan sebuah kata yang sudah sangat sering kita dengar sejak kecil dari orang-orang di sekitar kita. Ketika orang tua mendidik anaknya di rumah maka ‘ konsentrasi’lah, ketika guru mengajar di sekolah maka ‘konsentrasi’lah, ketika menghapal suatu teks pelajaran maka ‘konsentrasi’lah, ketika bertanding dalam suatu perlombaan olahraga, eksak, non eksak, maka ‘konsentrasi’lah, ketika menghadapi ujian mid semester, semester, atau final test maka ‘konsentrasi’lah, sudah sangat familiar terdengar. Namun, apa sebenarnya konsentrasi itu? Apakah kita benar-benar mengetahuinya? Ataukah hanya latah mengucapkannya?

Dengan dibekali sedikit rasa ketertarikan untuk mencoba memahami konsentrasi dan kesempatan untuk mencoba alat pengukur konsentrasi secara realtime, saya mencoba untuk membreakdown konsentrasi berdasarkan beberapa pertanyaan yang sering kali terpapar di hadapan kita.

Dan pertanyaan-pertanyaannya adalah sebagai berikut:

Apa itu konsentrasi?
Bagaimana cara untuk berkonsentrasi?
Apa pentingnya konsentrasi?
Apakah konsentrasi dapat dilatih?
Apakah obat penambah konsentrasi benar-benar berguna?
Bagaimana kita tahu kita sudah berkonsentrasi?
Apakah ada alat yang dapat mengukur konsentrasi?
Apa yang terjadi ketika tidak berkonsentrasi dan ketika berkonsentrasi?

Suatu pengalaman yang menarik ketika mencoba untuk mengetahui kemampuan konsentrasi diri sendiri dengan menggunakan suatu alat yang ternyata ‘ada’. Suatu pengetahuan baru juga untuk mengenal alat tersebut. Jadi, ternyata di Indonesia terdapat satu alat yang dapat mengukur konsentrasi secara realtime sehingga konsentrasi itu bukan hanya satu kata yang tidak dapat diukur lagi, melainkan dapat diukur. Cara kerjanya adalah dengan membaca atau mendeteksi gelombang yang dihasilkan oleh otak kita yang nantinya gelombang otak tersebut dapat menggerakkan permainan ‘pacman’ yang sudah dirancang khusus untuk hanya akan mulai bergerak dengan gelombang otak tertentu, hanya dengan gelombang otak, bukan dengan sesuatu yang terlihat. Jadi, ada beberapa kabel yang akan ditempelkan di kepala, telinga, dan jari kita, fungsinya kalau tidak salah sebagai penghantar gelombang-gelombang atau denyut-denyut yang diperlukan, gelombang apa saja itu? salah satunya pasti gelombang otak. ‘buat saya teknologi itu adalah suatu hal yang sangat menakjubkan setelah sejarah, bahkan teknologi dapat menciptakan sejarah’.  Lalu, realtimenya konsentrasi kita digambarkan oleh kecepatan si ‘pacman’ memakan biji-bijinya tersebut, tentunya ada parameter yang tersedia.

Pertanyaannya adalah..... apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan gelombang otak yang sesuai untuk menggerakkan ‘pacman’ tersebut. Membayangkan hal yang menyenangkan adalah jawabannya. Saat akan memulai mencoba alat tersebut saya diinstruksikan untuk membuat diri saya senyaman dan sesantai mungkin, membayangkan sesuatu yang saya senangi atau yang dapat membuat saya senang, dan terus membayangkannya, lalu dengan mata tertutup dan mencoba untuk memikirkan sesuatu yang menyenangkan maka bergeraklah ‘pacman’ tersebut, amazing.

Sebenarnya apa sih konsentrasi itu? Sejujurnya saya masih belum paham tentang pengertian konsentrasi itu sendiri, namun dari beberapa sumber yang saya temukan di saat googling dapat disimpulkan bahwa konsentrasi itu adalah suatu proses pemusatan pemikiran kepada suatu objek tertentu”. Lalu apa hubungannya dengan memikirkan suatu hal yang menyenangkan? Jika kita fokus kepada suatu objek yang mana adalah suatu hal yang menyenangkan bagi kita, maka disaat itu kita dapat berkonsentrasi dengan maksimal (kesimpulan 1). Dengan kata lain untuk dapat berkonsentrasi maksimal terhadap suatu hal maka kita harus menyenangi hal tersebut (kesimpulan 2). Maka orang yang akan berhasil adalah orang yang menyenangi pekerjaannya (kesimpulan 3). Kalau dipikir-dipikir cukup masuk akal juga kenapa pada umumnya orang lebih cepat menghapal lagu daripada teori pelajaran karena menyanyi merupakan suatu hal yang menyenangkan bukan. Cukup masuk akal juga kenapa anak yang ditekan oleh orangtuanya untuk belajar giat akan lebih mudah stres daripada anak yang belajar dengan santai. Bisa diambil kesimpulan secara umum bahwa ‘konsentrasi itu berbanding lurus dengan perasaan senang’.

Sebenarnya, ketika mencoba alat tersebut bukan mencoba membayangkan pikiran yang menyenangkan yang saya lakukan melainkan mengucapkan satu kalimat yang selama ini membuat saya tenang di dalam kondisi apapun, yaitu ‘bismillahi Allahu akbar’ ... Itu artinya, mungkin sebenarnya kita bisa untuk menciptakan konsentrasi kita sendiri dengan hal-hal yang membuat kita nyaman dan tenang, setiap orang pasti berbeda-beda tentunya. Konsentrasi bisa dilatih, konsentrasi juga bisa diundang. Namun yang paling penting adalah, do it with passion!!

2 komentar:

  1. waw... lw bener-bener bisa nangkep makna konsentrasi dan hubungannya dengan kebahagiaan dan kenyamanan... great!!!

    now..get your passion, and upgrade your productivity ki!!

    BalasHapus
  2. tankyu brader..
    masih ada kelanjutannya loh ini nanti klo ilmunya udh dapat..

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...