Halaman

Tampilkan postingan dengan label a tought. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label a tought. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 September 2016

jika aku..

lintang membentang
tapi tak lurus terbentang
jutaan hasta memutar
akankah satu ujung terpampang

ribuan jika terbenak
tak satupun pikir terjawab
jika aku bukan aku
akankah tawa lebih terlepas

jika aku hampir sempurna
masihkah kamu yang bersamaku

Kamis, 18 April 2013

Salah Milih Jurusan atau Salah Milih Kerja??! (part 2)

holaa,
i'm coming again :) setelah 4 bulan cicip mencicipi pekerjaan di property.
sesuai janji saya pada postingan sebelumnya, kali ini saya akan menjelaskan why i told 'things get straight suddenly".

here we goes:
Berawal dari percakapan dua orang wanita di busway; ga maksud buat dengerin percakapan orang lain sih, tapi karena mereka tepat di belakang saya jadinya ya kedengaran jelas banget percakapannya, (namanya juga naik busway, almost like naik kereta padatnya kalau jam pulang kantor).

Selasa, 25 Desember 2012

random words

I play in fire, and I about to burn
swing, swirl, slurp, smell,
what did I got? something maybe, nothing for sure
what did I want? life, play, and existence
searching searching searching
finding finding finding
life stuck in between screen and finger
just doing something dude,
no matter how small or how big,
no matter if I make it, or didn't make it
matter just when I say I've done and I did it
life is when I move a step forward

Sabtu, 01 Desember 2012

Salah Milih Jurusan atau Salah Milih Kerja??!

Mungkin hampir semua anda2 yang pernah jadi mahasiswa pernah ngerasain yang namanya salah milih jurusan,benar ga? klo ada yang ga ngerasa salah milih jurusan, "selamat buat anda karna anda sudah tau passion anda dimana :)"

Honestly, saya pernah ngerasain yang namanya salah milih jurusan ini di tahun kedua kuliah 'Arsitektur' saya, masalahnya adalah karna saya ngerasa ga nyambung dengan apa yang saya pelajari sehingga muncul pernyataan "ini kenapa gini sih?", "ih, ternyata ga enak ya kuliah jurusan ini", "duuuh, kenapa gw bisa tersesat disini sih?", dan lain-lain nya yang seperti itu. Ternyata bukan saya aja loh yang ngerasain hal ini, most of my friends telling those too, dan keadaan ini masih berlanjut bahkan sampai saya lulus.

Tau ngerasa salah milih jurusan, saya pun tidak tinggal diam dengan hanya tetap mengikuti perkuliahan di arsitektur. Pada tahun ketiga saya mengikuti ujian masuk universitas kembali untuk mengambil jurusan yang dulunya saya idamkan, 'Kedokteran', saya bahkan mempersiapkannya sejak semester tiga dengan mengikuti salah satu bimbingan belajar yang cukup terkenal di depok yang biayanya sangat cukup untuk menguras tabungan, demi kedokteran ya saya rela2 aja mengeluarkan biaya untuk itu. Sayang sekali, ternyata saya ga lulus, cukup sedih, ya mungkin memang saya tidak ditakdirkan untuk menjadi seorang dokter :(

Jumat, 09 November 2012

circle of life

I believe, life is moving as a circle,
a circle that consist of center, insider, circle line, and outsider,
and each of our is a circle line from our life, it's a path of our journey, a path to keep us stay in line,

the outsider, seem so familiar so does the meaning,
yes, there are some people that interact with us as a result due we moved our circle,
some people that having similarity with us, maybe attitude, hobbies, experience, job, religion, or anything,
sometimes they describe who we are, sometimes they build us, unconsciously, sometimes we need them to fulfill our social life, and sometimes we choose them because we meant something for them, and they meant something for us too,

the insider, ooh it's the most precious people we ever have,
they was exist before the circle line created,
they build us from inside as a border that we called family,
full of love, unconditionally take us as a part of their life,
a family where the home in it, a family that everybody have,

there is a special thing about the center,
sometimes we can feel it there, sometimes we can't,
like a magnet of a static dot, we pulled a special outsider to fill the hole as a center,
it shows us how or where we should moving, it shows our purpose in life,
it's pull us, push us, and holding us whatever we did,
it makes us strong just because we know it was there,
ready to catch us whenever we fall, keep us from moving like a pinball,
and we also can always stay around it,

for a while in my life, I think I had found my center, but I was wrong,
now I'm moving like a pinball again, with an empty center.

Minggu, 28 Agustus 2011

kata ganti orang "AKU"

sekilas info....
kata ganti orang atau disebut dengan pronomina personalia adalah segala bentuk kata yang digunakan untuk menggantikan kata benda atau yang dibendakan. salah satu bentuk katanya adalah 'AKU'. kata ganti 'AKU' ini merupakan kata ganti untuk orang pertama tunggal yang biasanya digunakan oleh pelaku utama atau orang yang sedang mengeluarkan kata-kata (berbicara atau menulis). penggunaan kata ini dapat diganti dengan bentuk kata lain tergantung dimana kata ini diucapkan. untuk menyatakan kerendahan diri, kata ganti aku di beberapa daerah diganti dengan bentuk kata hamba, sahaya, abdi, dll, dan untuk mengungkapkan suasana yang agung kata ini juga dapat diganti dengan kata kami yang merupakan kata ganti untuk orang pertama jamak, penggantian bentuk kata ini disebut dengan pluralis majestatis, ini katanya tatabahasa.tk looh!!

tapiii, bukan itu yang mau dibahas sebenarnya....

cerita berawal ketika mama nerima telfon dari papa tadi siang, ga tau karna sedang sibuk atau sedang ngobrol dengan orang lain, secara ga sengaja papa keceplosan bilang 'aku', kira-kira potongan kronologisnya seperti ini:

Selasa, 12 April 2011

Tentang "Cukup Tau Aja!" dan Kenyataan Dibaliknya

curhat tengah malam....

"cukup tau aja!" kalimat ini secara ga' sadar pasti sering terucap oleh setiap orang yang ga' mau pusing dengan masalah. dalam kalimat ini memang sih sekilas terlihat bahwa orang yang mengatakannya adalah orang yang nyantai, cuek, ga' pedulian *mungkin, paling ga' ada beban pikiran, dan yang paling ga' tertarik untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.

apabila memang benar seperti itu yang terlihat, makaa....... yaa anda telah berhasil membohongi orang lain dan diri anda sendiri. *selamaaaat!

kenapa saya bilang anda berbohong? karena memang seperti itu kenyataannya *tidak menjawab pertanyaan!
karena anda sebenarnya hanya berusaha untuk mengabaikan suatu hal yang terjadi yang sesungguhnya membuat anda terganggu.

Sabtu, 27 November 2010

Konsentrasi dan Perasaan Senang


Konsentrasi merupakan sebuah kata yang sudah sangat sering kita dengar sejak kecil dari orang-orang di sekitar kita. Ketika orang tua mendidik anaknya di rumah maka ‘ konsentrasi’lah, ketika guru mengajar di sekolah maka ‘konsentrasi’lah, ketika menghapal suatu teks pelajaran maka ‘konsentrasi’lah, ketika bertanding dalam suatu perlombaan olahraga, eksak, non eksak, maka ‘konsentrasi’lah, ketika menghadapi ujian mid semester, semester, atau final test maka ‘konsentrasi’lah, sudah sangat familiar terdengar. Namun, apa sebenarnya konsentrasi itu? Apakah kita benar-benar mengetahuinya? Ataukah hanya latah mengucapkannya?

Dengan dibekali sedikit rasa ketertarikan untuk mencoba memahami konsentrasi dan kesempatan untuk mencoba alat pengukur konsentrasi secara realtime, saya mencoba untuk membreakdown konsentrasi berdasarkan beberapa pertanyaan yang sering kali terpapar di hadapan kita.

Dan pertanyaan-pertanyaannya adalah sebagai berikut:

Apa itu konsentrasi?
Bagaimana cara untuk berkonsentrasi?
Apa pentingnya konsentrasi?
Apakah konsentrasi dapat dilatih?
Apakah obat penambah konsentrasi benar-benar berguna?
Bagaimana kita tahu kita sudah berkonsentrasi?
Apakah ada alat yang dapat mengukur konsentrasi?
Apa yang terjadi ketika tidak berkonsentrasi dan ketika berkonsentrasi?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...